death…

Posted in ceritakupukupu on July 13, 2009 by cusnul

I’ve been thinking a lot. All the time? I don’t know. It feels as if my feet aren’t in the ground.

Many things. Do I love him? I do! What am I gonna do in the next several years? I know what to do too. But one question bugs me all the time is about death.

Its for sure will be the end of me. Life seems unreal any longer. Im afraid of it still. Cos I dun know what will happen after life. more I think about it more my soul rebels it. Its hard to imagine that someday my body will be cold and soon the dirt will be over me and the worms will eat my flesh till bone left. Maybe hundreds will cry for me and then I am forgotten. the thought is scarry. Then, I want to be highlander like in the movie. I thought.

but I know it will come to me at the end.

This thought makes me want to life a better life this day. Be a wise and good man. Do my prayers regularly. Ask forgiveness for my sins every day.

Be good. That’s the essence of life after all.

Now, I know the wisdom sentence that says you shall live like youre gonna die tomorrow.

But , still , I wish I had known more about it. About YOU , dear God…

Posted in cuap cuap on April 29, 2009 by cusnul

Ada. semakin jauh jalan yang saya tempuh , akhirnya saya menemukan kedamaian. bukanlah sesuatu yg stabil, tapi itu ada, di banyak waktu. dan damai datang ketika saya ‘nrimo’ semuanya. saya dan saya. saya tak sempurna, tak perlu kamu kasih tahu. tapi cinta kasih saya tulus, juga keras kepala, iri hati, benci ini. semua nyata.

tapi manusia , saya manusia, disebut bijaksana karena pilihannya atau tak bijaksana juga karena pilihannya. disebut? lagi-lagi itu kata orang. tidak, saya tak peduli mereka. saya menginginkan kedamaian.

apalah yang perlu dibahas? saya tak perlu berdramatisasi apa yang telah saya lakukan.

inilah saya. kurang dan lebihnya.

berubah itu susah. perlu kekuatan dan keajaiban. keteguhan pula.

saya melihat banyak hal. saya melihat teman saya. maaf, tapi ketak-aman-an dia, entah bagaimana membuat saya bersyukur atas saya dan ke-aman-an saya. dan pelajaran besarnya adalah penyangkalan diri akan membuat saya semakin jauh dari kedamaian. begini, tak perlu , sungguh tak perlu , kita berpura-pura aman, atau berpura-pura kita akan berubah. nyatanya yang saya lihat masih dia. dia yang sama.

saya tak akan memaksa diri saya untuk berubah. saya akan mencintai diri saya apa adanya.

nrimo.

Protected: jadi..

Posted in ceritakupukupu on December 18, 2008 by cusnul

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Posted in cuap cuap on December 13, 2008 by cusnul

“berilah aku kecintaan kepadaMu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintaiMu, dan apa saja yang membawaku mendekat kepada cintaMu. Jadikanlah cintaMu lebih berharga bagiku daripada air dingin bagi orang-orang yang kehausan”

another fine day

Posted in cuap cuap on December 12, 2008 by cusnul

Another fine day…

Is it?

Bus yang  saya tumpangi melaju seperti hari-hari yang lalu. Saya memandangi gedung-gedung, bukit-bukit, dan laut yang sama. Tak terhitung sudah berapa kali jalanan ini saya lewati, pun teringat  saya dulu pertama kali melewati gedung, bukit dan laut yang sama ini dengan perasaan kagum dan asing. “pertama kali” adalah satu-satunya memori yang mengena dan mudah untuk mencomot kepingan itu untuk saya resapi dan jabarkan lagi dan lagi. Namun, betapa saya telah terbiasa dan datar saat ini. Hari ini adalah hari lain ketika saya pulang dari kerja, tak ada yang istimewa.

Namun, siapa sangka hari ini, jalanan yang biasa saya lewati terhalang oleh mobil yang terbalik ditengah jalan. Jalanan macet total. Waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam, saya ingin pulang, saya sungguh lelah. Tapi siapa sangka hari ini saya tak bisa pulang secepat seperti biasanya. Mobil terbalik tak setiap hari terjadi, jadi saya rasa saya masih baik-baik saja dan maklum.

Jam 12 malam lebih, saya tiba di flat. Tampaknya, penjaga malam ini baru. Seorang gadis muda yang lumayan bisa berbahasa inggris. Dia tersenyum dan membukakan pintu lobi untuk saya. Saya balik tersenyum dan bergegas naik lift menuju 18c. Sembari lift menuju ke lantai 18, saya sudah membayangkan susu hangat dan ranjang saya yang nyaman. Saya lelah, ingin tidur, that’s it!

Tapi siapa sangka , kunci flat saya tak mau berfungsi dengan benar. Saya balik turun dan melapor pada si penjaga. However, at the end, pintu flat saya malam itu tetap tak mau terbuka. Come on! Its already 12 sumthing at the midnight, I just came back from jakarta turn around damn flight,had a nasty ace, and  i was very tired. I dun need this damn broken door! I am almost in my tears.

Tapi siapa sangka hari ini saya bahkan tak bisa pulang ke rumah saya sendiri? not me, I guess..

It was few days ago!

Jadi, hari ini yang walaupun berjalan monoton, gedung, bukit dan laut yang sama, saya mensyukurinya.

This is another fine day!

rindu..

Posted in cuap cuap on December 8, 2008 by cusnul

Aku rindu kamu. Perasaan ini sendu. Mengharu…..

damn it!

kamu…

Posted in ceritakupukupu on November 19, 2008 by cusnul

How can we find any answer??

Kenapa aku sering memikirkanmu?

Baru saja, ketika akumenggosok gigi sembari menatap bayangan di cermin, saat air dari shower mengguyur badan ini, saat suapan sendok pertamaku, saat langkah-langkah kecilku ke pasar, dan saat malam menggelayutiku dan akhirnya aku sendirian lagi di kamar.

Saya tahu kamu pasti datang!

Tapi, Jujur saja, aku masih takut akan kedatanganmu. Aku tak mengenalmu sama sekali. Bekalku juga kurasa belum cukup untuk menjamumu. Menulis inipun aku tambah bergidik, bagaimana jika kau datang 5 menit lagi? Akankah setelah itu aku lenyap tak bersisa atau masih bisa merasakan dinginnya tanah coklat yang menguburku segunduk demi segunduk , dan akhirnya gelap, ataukah arwahku mampu menyaksikan dari atas siapa-siapa yang menangis untukku?

Jika sudah begitu, Dunia ini serasa bagai sebuah ilusi, tak terlalu berarti lagi karena kamu. Lalu, Aku hanya ingin sendiri, melepaskan semua kehedonan disekelilingku.

Sungguh benar ketika Pramodya menuturkan “Dan di dunia ini manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang…seperti dunia dalam pasar malam. Seorang-seorang mereka datang dan pergi. Dan, yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah kemana…” (Bukan Pasar Malam).

Yah, aku ingin menyendiri, mungkin aku pun jadi rajin bersujud kepadaNya, karena takut juga karena mengharap sebuah jawaban. JAWABAN; what is this life for?