arm giving

Saya waktu itu nonton archiepelago di metro tv. It talks about some city in Laos called Luang Prabang Di sinilah pusat Budhism di Laos yang 90 persen penduduknya beragama Budha. Kuil dan stupa nan indah memenuhi setiap sudut kota. Belum lagi kebudayaan masyarakatnya yang erat dengan ajaran Budha.

I was literally crying melihat salah satu kebudayaan mereka yang dinamakan “arm giving”. Warga Luang Prabang memiliki satu kebiasanan unik yang dilakukan setiap pagi. Ketika fajar menyingsing warga Luang Prabang akan berlutut berbaris di sepanjang trotoar kota, memberikan persembahan makanan kepada para Bhikku yang juga berbaris. Barisan in panjangnya bisa mencapai puluhan kilometer. Mereka percaya dengan memberikan makanan ke bikkhu, mereka akan mendapatkan berkah. Hal ini mereka lakukan biasanya sebelum pergi bekerja. Tradisi yang bernama arm giving ini benar-benar memiliki makna “arm giving”, pemberian tangan. Warga Luang Prabang memberikan persembahan makanan yang diambil dari baki yang mereka bawa berisikan nasi ketan langsung dari tangan mereka. Deretan bikkhu yang lewat menerima sekepal nasi ini secara beriringan hingga baki mereka penuh. Ketika baki mereka sudah penuh, para bikkhu memberikan sebagian makanan mereka kepada anak-anak miskin yang telah menanti di sepanjang jalan itu juga. Semua kebagian!!

For me, seeing this culture is so beautiful. Saya melihat keindahan “berbagi”. Kasih Budha telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari warga Luang Prabang di Laos, dan sungguh indah melihat kasih ini bisa menciptakan keharmonisan hidup dengan saling berbagi. Sekepal nasi yang di berikan pun bisa menjadi sangat berarti jikalau semua orang mau mengulurkan tangannya secara bersamaan. Ketekunan dan kepercayaan mereka telah menghasilkan sebuah tradisi yang indah. Saya menyukai fakta bahwa mereka melakukan tradisi ini dengan suka cita.

All u need is love (kaya lagunya the beatles itu loh :P ). Dun u think so? Kasih does work, menurut saya. Dan saya pun percaya pada dasarnya setiap kepercayaan mengajarkan kebaikan dan kasih. Saya pun berandai-andai, jika hal yang sama berlaku di negri kita, mungkin kemiskinan tak lagi menjadi sebuah isu utama. Mayoritas warga Indonesia adalah muslim, toh Islam pun memerintahkan “zakat” bukan? Hummm.. it would be lovely if all people do Zakat as a tradition, not a burden.

One Response to “arm giving”

  1. humm.. I’m not trying to be “agamis”
    rite now, aku melihat Islam sbg an outsider.. dan aku melihat Islam is beautiful!

    luv it!
    cintai.. dan cintai…
    dosa itu tak ada! just luv …..

    still much.. much.. to learn..
    akupun masi mencari jawaban-jawaban yang lain saat ini, atau mungkin juga menunggu untuk ditemukan lagi.

Leave a Reply