tak ada judul

Jikalau sesuatu luar tak berarti lagi, kita akan membiarkannya melewati kita begitu saja. Tak lantas menuliskan sebuah sajak atau cerita, mengabarkan “itu atau ini tak berarti lagi” atau “saya telah melupakan ini atau itu”. Sama saja, jika itu atau ini tak penting lagi, ,mengapa kita menuliskannya? Mengabarkannya?

Memang, terkadang saya tak tahan dengan godaan. Kesombongan masih berusaha merajai saya. Ada banyak cakap kemenangan yang ingin aku koar-koarkan. Namun, sekali lagi aku tak bisa berpaling. Saya sungguh takut sombong.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Saya memilih diam. Walaupun tulisan ini adalah sebuah bukti “bahwa akhirnya saya sungguh tak tahan menyimpan kemenangan ini’, maka cukuplah, saya kabarkan sedikit rasa syukur ini.

Sungguh, saya tak bisa berpaling.

Segala sesuatu untuk saya adalah baik. Yang pergi menjauh dan yang pernah saya tangisi adalah tak baik bagi saya. “Syukurlah” kata saya sekarang.

Leave a Reply