kamu…

How can we find any answer??

Kenapa aku sering memikirkanmu?

Baru saja, ketika akumenggosok gigi sembari menatap bayangan di cermin, saat air dari shower mengguyur badan ini, saat suapan sendok pertamaku, saat langkah-langkah kecilku ke pasar, dan saat malam menggelayutiku dan akhirnya aku sendirian lagi di kamar.

Saya tahu kamu pasti datang!

Tapi, Jujur saja, aku masih takut akan kedatanganmu. Aku tak mengenalmu sama sekali. Bekalku juga kurasa belum cukup untuk menjamumu. Menulis inipun aku tambah bergidik, bagaimana jika kau datang 5 menit lagi? Akankah setelah itu aku lenyap tak bersisa atau masih bisa merasakan dinginnya tanah coklat yang menguburku segunduk demi segunduk , dan akhirnya gelap, ataukah arwahku mampu menyaksikan dari atas siapa-siapa yang menangis untukku?

Jika sudah begitu, Dunia ini serasa bagai sebuah ilusi, tak terlalu berarti lagi karena kamu. Lalu, Aku hanya ingin sendiri, melepaskan semua kehedonan disekelilingku.

Sungguh benar ketika Pramodya menuturkan “Dan di dunia ini manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang…seperti dunia dalam pasar malam. Seorang-seorang mereka datang dan pergi. Dan, yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah kemana…” (Bukan Pasar Malam).

Yah, aku ingin menyendiri, mungkin aku pun jadi rajin bersujud kepadaNya, karena takut juga karena mengharap sebuah jawaban. JAWABAN; what is this life for?

Leave a Reply